Home » » Ketika Selingkuh naik Ke Permukaan

Ketika Selingkuh naik Ke Permukaan

Nice Artikel yang aku menurutku sangat penting untuk disimak, aku dapat dari sebuah web yang cukup ternama di dunia maya.
Bagi anda yang sedang mengalami tanda-tanda dibawah ini, hati-hati !!! Jangan menciptakan perangkap yang nantinya membuat anda terjebak sendiri didalamnya !!! Dan bagi yang sudah pernah terjebak...hiks..hiks...jangan sampai terulang kembali ya......


KapanLagi.com - Oleh: Mega Aprilianti


Perselingkuhan tidak timbul dalam semalam saja. Bagi kaum wanita, affair dimulai dari 'setruman' emosional yang awalnya biasa saja. "Dulu di antara kami tidak ada apa-apa, sungguh...." Namun, rasa tidak dapat berbohong, bukan?!

Saat sesuatu yang seharusnya tidak terjadi malah terjadi, maka sebenarnya jauh di dalam hati kecil kita muncul sebuah perasaan 'tidak enak' atau bersalah. Bila hal tersebut disangkal atau diabaikan, maka itu berarti kita telah membuka jalan bagi sesuatu yang berbahaya.
Berbeda dengan perselingkuhan secara seksual yang mudah dikenali karena kelihatan nyata, emotional affair atau perselingkuhan emosional ini tak mudah dilacak.
"Apakah dengan memberi support pada rekan kerja pria itu sudah dikatakan sebagai affair? Jika belum, maka bagaimana saya bisa mengetahui batasan-batasannya?" Mungkin hal ini juga yang menjadi pertanyaan bagi banyak wanita. Memperhatikan dibilang naksir, cuek disangka tidak ramah. Lalu, bagaimana saya tahu bahwa saya telah melewati batas? Kenali tanda-tandanya!

Kebetulan atau 'kebetulan'?
Apakah Anda sengaja? Kita senang menemui, mendekati, dan berkomunikasi dengan orang yang kepadanya kita tertarik. Itu adalah sesuatu yang wajar. Namun, jika kita sudah mulai 'sengaja' nampang di depan mesin kopi karena si dia sering lewat di situ, maka saatnya bagi kita untuk berhati-hati.



Pssst...
Anda berani mengatakan padanya sesuatu hal yang sebenarnya tak berani Anda katakan seandainya pasangan Anda berdiri di samping Anda saat itu. Ini merupakan tanda bahwa Anda telah melewati batasan hubungan emosional yang wajar dengan pria baru itu.


"Aku beritahu yah, aku itu..."

Saat Anda membuka diri lebih padanya dengan menceritakan perihal pribadi Anda yang tak bakal Anda sharekan ke semua orang, maka Anda telah meningkatkan hubungan 'biasa' kepada tingkat yang lebih spesial.


Dag..dig..dug

Hubungan Anda berdua tiba-tiba jadi penuh dengan kejadian/ petualangan 'rahasia', kesan sembunyi-sembunyi, dan melibatkan perasaan yang mendebarkan.


Aku lebih senang bersamanya
Anda lebih menikmati kebersamaan dengannya daripada dengan pasangan Anda. Saat hubungan 'lain' ini menjadi lebih menarik dan menggoda, maka Anda kemudian lebih mementingkan pertemuan Anda dengannya dibanding pasangan sah Anda.


Anda tampil terbaik untuk membuatnya terkesan

Yang tak pernah dandan, tiba-tiba dandan. Yang biasanya pendiam, tiba-tiba jadi orang yang supel dan lucu. Bagian terbaik dari diri seolah mencuat keluar saat Anda berhadapan dengannya, sama seperti saat Anda menghadapi suami di kencan pertama dulu.


Komunikasi kian intim
Anda mulai memiliki masalah komunikasi dengannya. Dengan lain kata, Anda mulai berbagi hal-hal terdalam dan intim dengan orang ini. Komunikasi yang ada 'berteriak' seolah tak-ada-yang- mengerti-aku-seperti-dirimu. Bisa jadi juga, kata-kata yang dulunya biasa kini dianggap sensitif, sehingga muncul pertengkaran dan perdebatan akibat cemburu kecil-kecilan misalnya.


"Aku mencarimu"

Dia kemudian menjadi tumpuan curhat Anda. Anda mulai berbagi tentang keseharian Anda dengannya. Sudah merupakan naluri alamiah manusia jika seseorang berbagi kehidupan dengan orang yang dianggap penting.


Doi vs dia

Baik sadar maupun tidak, Anda mulai membanding-bandingkan dia dengan pasangan sah Anda, dan tentu saja, pasangan Anda 'kalah'. Di mata Anda, pasangan tak sebaik, seperhatian, dan semanis dia, demikian daftar itu bisa begitu panjang.


"Aku...aku...tidak melakukan apa-apa."

Anda mulai berbohong pada pasangan sah Anda. Saat suami bertanya tentang hari Anda, maka menjawab asal dan tak terlalu bercerita banyak seperti dulu lagi. Sikap seperti ini merupakan indikasi yang kuat bahwa Anda sedang menyembunyikan sesuatu dan menyingkapkan bahwa telah terjadi emotional affair. Apalagi, jika Anda berubah sikap dan makin menarik diri dari suami.
Jika Anda mendapati diri Anda berada dalam beberapa zona berbahaya tersebut, maka sangat penting bagi Anda untuk menekan tombol 'pause' bagi hubungan baru tersebut sebelum Anda terperosok lebih jauh. Jauhilah pria baru yang telah berhasil mendebarkan Anda ini! Bila perlu, berhentilah menemuinya SAMA SEKALI. Putuskan hubungan dengan tegas. Lakukan apapun yang terbaik untuk semua pihak, sebab beda kasus, beda pula penanganannya.

Hubungan emosional baru yang mendebarkan macam ini bisa menciptakan sebuah ilusi menipu bahwa cinta sempurna itu ada dan Anda telah menemukannya.

Sebelum Anda menghancurkan segala yang telah Anda miliki, ada baiknya Anda menarik nafas dalam-dalam dan mengingat kembali komitmen Anda dengan pasangan. Ingat, bahwa tidak ada pasangan, pernikahan, atau cinta yang sempurna! Ingat, bahwa perasaan bisa dan pasti akan berubah! Kenyataan ini membuktikan bahwa perasaan itu tidak cukup kuat untuk dijadikan pegangan atau tolok ukur kondisi pernikahan seseorang.
Saat perasaan hilang, maka tinggal komitmen yang tersisa. Janji itu dibuat karena Tuhan tahu bahwa kita pasti akan berubah. Oleh karena itu, mengapa ada yang namanya komitmen pernikahan. Komitmen dibuat untuk menjadi sauh yang aman bagi pernikahan. Ini berarti "baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, aku telah berjanji untuk selalu bersamamu." (all4wo/meg)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, tapi NO PORNO, NO SARA dan NO SAMPAH yah..
Gunakan akun atau link anda, agar aku bisa mengunjungi anda kembali..
Terima kasih.. :)

Google+

Last Comment

Recent Comments Widget
 
Support : Maskolis | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. sharingyuk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger