Home » » Karir vs Keluarga

Karir vs Keluarga

Suatu pagi.., 3 karyawati sebuah perusahaan swasta sedang berjalan beriringan memasuki halaman kantornya, sebut saja Nana ( staff PPIC), Indah (staff PPIC) dan Wini ( Executive Finance).  Mereka terlibat perbincangan santai.  Namun hanya Indah dan Wini yang aktif berbincang sementara Nana hanya menjadi pendengar setia.. Namun setelah sekian lama, tiba2 ada satu perbincangan yang sempat mengusik kebisuan Nana...




Wini : " Eh..In, si Eni hari ini ga masuk yah ? kemaren dia bilang mau jemput anaknya di rumah neneknya, trus hari ini jagain anaknya seharian, jadi dia ga masuk..."
Indah : " Oh iya ta ??? aku kira ga masuknya besok, ternyata hari ini yah mbak ? "
Wini : " Hari ini kok....... Wah, enak banget dia, gak masuk hanya karena jagain anak... Gak boleh itu, Perusahaan khan ga akan mau tahu alasannya.. "
Indah : " Yah..begitulah mbak, emang repot klo dah punya anak..."

Nana, tiba2 menyeletuk :
" Kalau ga mau repot ya ga usah punya anak... Lagian Win, kamu ga boleh bicara seperti itu, ga boleh men-judgment orang seenaknya.. kamu mana tau kepentingannya tuh seperti apa.. Sapa tau pulang dr rumah neneknya anaknya rewel ato sakit, ato ga ada yg jagain anaknya.. siapa yang tahu ?? masa dia ga masuk hanya untuk bermalas2an dirumah sih ?!.."  
Wini : " Lho.. aku ga men-judgment.. tp khan emang ga boleh ! perusahaan khan emang ga mau tau alasannya..!!"
Nana : " Kamu khan tau kodrat kita sebagai wanita, menjadi seorang ibu.. setinggi apapun pangkatmu sebagai wanita karir tetep harus ingat kodratnu sebagai seorang ibu, lagian kita bekerja untuk siapa ? untuk anak khan ? lalu buat apa kita capek2 kerja klo anak kita ga ada yg ngurusi, gak ada yg jaga ? Klo aku Win, dari pada anakku terlantar ga ada yang ngurusi, mending aku berhenti kerja.. ! Lagian, kamu beraninya cuman ngomong dibelakang... coba kamu ngomong dan tegur langsung didepan Eni, berani enggak ? "

Wini terdiam, tidak berbicara lagi... mungkin karena Nana sedikit menyindirnya dengan mengatakan " Ternyata benar.. Allah tuh Maha Tahu, mana yang siap dikasih momongan dan mana yang enggak..."
  
Mengapa Nana berkata demikian.. karena Wini sudah menikah selama beberapa tahun namun keinginan tuk mempunyai momongan belum juga dikabulkan. Dalam beberapa bulan terakhir ini karirnya emang semakin bagus, namun yg paling tidak disukai banyak orang darinya adalah suka mencela orang dan  membicarakan orang dibelakang..

Setelah membaca cerita diatas, bagaimana pendapat sobat sekalian tentang perdebatan Nana dan Wini  ?
Sebagai wanita yg bekerja dan digaji, memang kita mempunyai kewajiban untuk menjalankan pekerjaan kita dengan baik. Namun sebagai seorang wanita, kita pun punya tugas dan kewajiban dalam keluarga yang tak kalah pentingnya. Memang sulit menyelaraskan antara tugas dan kewajiban kita sebagai seorang wanita karier sekaligus seorang ibu bagi anak2 kita..

Jika anda mendapati masalah yang menyebabkan anda untuk berpikir mana yang harus diprioritaskan, maka manakah yg akan anda pilih ?  Karier atau keluarga ?  
Share this article :

32 komentar:

  1. mbak lin, link kamu sudah terpasang,. pasang link ku juga ya,. makasi,.,. http://grow-download.blogspot.com

    BalasHapus
  2. menurutku....Keluarga lebih penting daripada kariir....
    "Kebahagiaan tidak bisa di ukur dengan banyaknya materi"
    Trims infonya nih sangat bermanfaat, smg suksess n tetap semangat

    BalasHapus
  3. aku lebih setuju dengan pendapat Nana mbak... buat apa karir kita terus melaju tetapi anak nggak keurus... bukankah anak itu titipan dari Allah? eh.. mbak tulisannya kekecilan jadi bacanya agak kurang enak...

    BalasHapus
  4. Tapi kebanyakan orang yang dinomor satukan adalah karir, dengan melupakan tanggung jawab terhadap keluarga...

    banyak terjadi diantara kita, sodara jadi orang lain, orang lain jd sodara hehehe

    salam blogger, linknya sudah saya pasang juga.

    BalasHapus
  5. ya, bagaimanapun keluarga tetaplah jadi prioritas. jangan hanya karena karier kita menelantarkan keluarga, terutama anak. nanti bagaimana tumbuh kembang mereka jadinya kalau tidak kita perhatikan.

    nice story mba lina

    BalasHapus
  6. urusan keluarga mmg harus didahulukan, kita bekerja juga untuk keluarga kok. suasana di rumah enak, akan terbawa enak jg ketika sampai di kantor.
    untuk menyiasati ijin untuk urusan keluarga, jgn sering ambil cuti untuk urusan yg nggak begitu penting. jgn sampai kita kehabisan jatah cuti, sehingga ketika kita dibutuhkan keluarga tidak mendapatkan ijin/cuti dari perusahaan. kuncinya ada di manajemen waktu. :)

    BalasHapus
  7. wah aku setuju sama mba nana tuh..untuk mba wini kayaknya repot ngurusin orang dech..hikz,coba kalo mba wini nya dalam "posisi"nya seperti mba eni yang punya anak,pasti dia (mba wini ) akan melakukan hal yang sama,, bagaimana dengan mba lina sendiri??

    wah..jadi terlalu banyak "mba2" nya nich... hehe,,

    BalasHapus
  8. mba,,saya sebagai laki-laki harus tahu nich..artikel ini sebagai bahan pembelajaran buat calon hehe...

    makasih ya mba,

    Blog Share | Review Rahasia Blogging | Formula Bisnis

    BalasHapus
  9. thanks atas semua tanggapannya sob.. tp maaf banget yah, tulisannya kekecilan yah ? aku dr td siang udah coba login ke blogger tp error terus smp skrg.. jd blm bs betulin.. mgkn dah waktunya upgrate speed internet yg lbh gedean nih (tp blm pny uang... :))

    BalasHapus
  10. Ini memang dilema klasik wanita karir ya Mbak.
    Wanita sekarang lebih bebas mengambil keputusan, dan setiap keputusan itu ada resikonya...
    Kalau saya pribadi lebih memilih kepentingan keluarga, urusan rezeki bisa didapat di tempat lain dan jabatan menurut saya tidak penting...

    BalasHapus
  11. Menurut saya wanita juga butuh pengakuan... sayang kan bakat dan kecerdasan yang dimiliki tidak dimanfaatkan dan dikembangkan. Antara karir dan keluarga sebenarnya sih tidak ada yang nomor satu ataupun nomor dua.. dua-duanya adalah prioritas, tinggal menjaga kseimbangannya saja.
    Dan sebenarnya keluarga bukanlah faktor penghalang wanita untuk berkarir tetapi merupakan pemberi semangat agar si wanita terus meniti kariernya lebih tinggi dan begitupun sebaliknya.
    Memang kadang kala pada satu titik terjadi benturan kepentingan, dan pada saat itu kearifan dan sikap bijaksana dituntut dari siwanita dalam menentukan mana yang diutamakan.

    BalasHapus
  12. wanita karier kadang bisa jadi penambah pundi2 keuangan keluarga, tapi bila dibenturkan dengan realitas sebagai wanita yang merupakan ratu nya rumah tangga sulit juga...hehehe, jadi inget siaran di radio kosmonita, pernah nih dibahas

    BalasHapus
  13. klo menurut pendapat pribadi saya....tdk ada yang salah dgn wanita karir...bagi ku pribadi tidak ada masalah asal bisa atur waktu dan tetap di koordinasikan secara baik2 dgn suami...

    BalasHapus
  14. klo bisa imbang saja.. antara karir dan keluarga. Kariri penting, keluarga juga pnting. semuanya penting :)

    BalasHapus
  15. menurut saya sih fine2 ajah mbak, asalkan seimbang antara karir dan keluarga,,

    dan keluarga tidak dinomor duakan,,
    ibu sama ayah saya juga bekerja, kalau dua kepalayg bekerja lebih meringankan ekonomi, ketimbang seorang

    BalasHapus
  16. menurut saya sah aja wanita sebagai wanita karir tapi ia harus ingat kodratnya sebagai wanita melayani keluarganya

    BalasHapus
  17. Karir dan keluarga, kalo bisa seiring sejalan kenapa tidak
    kita juga butuh aktualisasi diri pembuktian pada suami bahwa kita tidak hanya bisa menengadahkan tangan saja, tapi kita juga bisa membantu ekonomi keluarga.
    Buat para wanita karir yang telah berkeluarga semoga semakin bijak dalam berpikir dan bertindak. karena keduanya sangat penting.

    BalasHapus
  18. Thanks atas semua pendapatnya ya sob..
    Intinya, asalkan keduanya bisa berjalan selaras, OK2 aja..
    Tp tetaplah.. klo ditanya prioritas, kodrat sebagai seorang wanita tetaplah keluarga nomor !.. Sipppp...

    BalasHapus
  19. Saya sependapat dengan pendapat taris di atas.Bagaimana anda sebagai wanita karir menyeimbangkan kehidupan keluarga dan dunia karir. Bagi sebagian wanita karir merupakan hal yang teramat penting dalam kehidupannya. Bahkan wanita bekerja juga merupakan wujud kesepakatan bersama dengan suami dalam mengurangi beban ekonomi keluarga.

    Sehingga dalam mengasuh anak, pun harus seimbang kapan dan bagaimana menemani anak dalam kegiatannya, sehingga anak tidak merasa kurang mendapatkan perhatian dari keduaorangtunya. Bahkan menurut beberapa pnelitian yang ada, anak yang orangtuanya semua bekerja memiliki tingkat kemandirian dan kemampuan yang tinggi.

    Prlu sebagai catatan, jika anak diasuh oleh orang lain baik nenek, saudara maupun pengasuh, sebaiknya di terapkan polaasuh yang sama dengan apa yang diterapkan oleh orangtua. Agar anak tidak mengalami kebingungan dan mencari celah untuk berkelit dari aturan.

    Demikian masukan dari saya...

    BalasHapus
  20. bukankah kodrat waniota tuk [unya anak?

    BalasHapus
  21. saya setelah membaca ini jadi bingung siapa yang sebenarnya yang salah tapi yang paling tepat adalah kata2'a yang terakhir "mungkin memang ia belum pernah mengurusi anak jadi bisa berkata begitu".

    BalasHapus
  22. kadang watkut keluarga buat kerja
    ihihi

    BalasHapus
  23. Buatku sebagai bapak juga suami...harus fair juga dengan isteri yg begitu (karier dan Rumah Tangga)...suami kan bisa juga bantu2 di rumah...atau sesekali jagain anak...emang tu anak, anaknya isteri saja...????

    Klo bisa balance, syukur...tetap bertahan dengan keadaan semacam itu, karier dan keluarga dan berhasil : itu kesuksesan luarrr biasa buat seorang wanita.

    Keep spirit, mom...!

    BalasHapus
  24. pekerjaan dan keluarga bagi wanita karie memang harus selaras sejalan, selain menghindari gunjingan rekan sekerja juga bisa balance dengan anak dan suami

    BalasHapus
  25. Wah kalau si Artikel Psikologi, cocok banget nih saran dari dia...

    maklum, ilmunya mumpuni untuk memberi masukan dan saran,,
    hehehehe...

    @ mbak Lina : gmn... dah mnemukan keputusan yg bijak lom..?

    BalasHapus
  26. @ Phonank : aku ngaku deh.., nana itu aku :D (apa sdh bs menduganya ? hehehe) dan aku ngarasa, msh bisa menjalankan peranku sbg seorg ibu sekaligus wanita yg bekerja secara seimbang.. so far blm ada masalah, tp klo satu saat nanti terjadu hal yg membuatku hrs memilih mana yg diprioritaskan ? tentu saja keluargalah jawabannya.. :)

    BalasHapus
  27. @ mbak Lina : hehehe... feeling ku tepat...
    Maaf lho mbak, jadi bikin pengakuan sendiri, nggak enak nih jadinya.. ^_^hehehe

    yah klo menurut mbak masih bisa dilakukan secara bersamaan, yah dijalankan lah dengan penuh keyakinan itu,, selagi masih bisa dan mampu.

    Siip deh...
    saya yakin mbak lina mampu kok,, hehehe

    BalasHapus
  28. Tapi di ingat apakah bisa Anda menyeimbangkan waktu krja dengan keluarga,mengingat kita in hax manusia biasa.dan seiring kali tuntutan prusahaan atau tmpt kt krja memaksa kita untuk lebih enerjik,sehingga urusan kluarga terabaikan.mohon di disimak baik2.jangn sampe kita masuk neraka karena kita tidak berhasil mendidik anak.terima kasih.

    BalasHapus
  29. Tapi di ingat apakah bisa Anda menyeimbangkan waktu krja dengan keluarga,mengingat kita in hax manusia biasa.dan seiring kali tuntutan prusahaan atau tmpt kt krja memaksa kita untuk lebih enerjik,sehingga urusan kluarga terabaikan.mohon di disimak baik2.jangn sampe kita masuk neraka karena kita tidak berhasil mendidik anak.terima kasih.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi NO PORNO, NO SARA dan NO SAMPAH yah..
Gunakan akun atau link anda, agar aku bisa mengunjungi anda kembali..
Terima kasih.. :)

Google+

Last Comment

Recent Comments Widget
 
Support : Maskolis | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. sharingyuk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger