Home » » Balot, Makanan Jalanan Khas Filipina

Balot, Makanan Jalanan Khas Filipina

Baca surat kabar harian Jawa Pos edisi 15 Mei 2011 (kemarin), aku menemukan sebuah artikel yang memuat tentang makanan jalanan alias jajanan khas Filipina, yang tentu saja aku yakin belum pernah ada di Indonesia. 

Makanan yang biasa mereka (orang Filipina) bilang sebagai BALOT ini, secara penampakan tidak ada beda dengan telur asin (terbuat dari telur bebek yang diasinkan)  yang biasa kita konsumsi sehari2. Namun.... ada yang beda didalamnya, karena tidak hanya berisi putih dan kuning telor, tetapi ada makhluk berbulu juga didalamnya...hiiii... bayangin aja  ??? menjijikkan  bukan ? tapi tidak, bagi orang-orang filiphina yang sudah terbiasa mengkonsumsinya..

Berikut kutipan yang aku dapatkan dari Jawa Pos online (Indopos).

Warga Filipina memiliki cara sendiri mengkreasikan telur bebek menjadi makanan khas. Mereka memasak telur tersebut menjadi balot. Hampir sama dengan telur asin, tetapi didalamnya terdapat meri (anak bebek).

Seperti telur bebek asin, tetapi ada anak bebek didalamnya
SEPEDA angin itu disandarkan di pohon kelapa di pinggir pantai Manila Bay, Manila. Beberapa plastik kerupuk dan telur puyuh tergantung di setang sebelah kiri. Sebuah botol air mineral yang diisi cuka tergantung di setang sebelah kanan. Persis di depan sadel, terdapat sebuah kotak cukup besar yang diselotip cokelat yang juga berisi dagangan.




Tak ada yang istimewa dengan tampilan sepeda tersebut. Begitu pula barang dagangannya yang memenuhi badan sepeda. Sekilas hampir sama dengan penjual kopi yang sering melintas di kawasan Senayan, Jakarta. Namun, isi kotak berselotip cokelat itulah yang membuat dagangan tersebut berbeda. Di dalamnya terdapat sekitar 75 telur bebek. Bukan sembarang telur, melainkan telur asin dan balot. Nama pertama tentu sudah sangat familier. Tetapi, nama kedua mungkin membuat orang mengernyitkan kening.

Balot adalah kreasi warga Filipina untuk menjadikan telur asin lebih bernilai dari sisi khasiat maupun harga. Sekilas, bentuknya hampir sama dengan telur asin kebanyakan. Namun, begitu dibuka, perbedaan besar bakal terlihat. Di dalam telur tersebut terdapat anak bebek yang hampir jadi. Ada bulu-bulu tipis, mata kecil, maupun kaki si calon anak bebek. Meski begitu, tak ada bau busuk dari dalam balot tersebut. Baunya hampir sama dengan telur asin umumnya.

Itulah jajanan yang ada di banyak penjuru Filipina. Biasanya, jajanan tersebut dijual ketika senja menyapa. Para penjual yang kebanyakan bersepeda bisa bertahan hingga tengah malam untuk menawarkan dagangan khas itu. ”Pembeli akan ramai pukul 19.00–pukul 22.00,” terang Ray Albano, salah seorang penjual yang mangkal di kawasan Alhambra Street, Ermita, Manila. Cara pembuatan balot hampir sama dengan menetaskan telur. Telur bebek yang sudah dibuahi bakal diinkubasi.

Pada hari kesembilan, telur akan diterawang untuk mengetahui apakah di dalamnya ada calon anak bebek atau tidak. Jika ada, telur bakal dipertahankan hingga hari ke-17. Setelah itu, telur direbus. ”Telur memang harus berusia 17 hari.Kalau lebih dari itu, bulunya sudah semakin lebat. Tidak ada yang mau membeli,” tambah Ray. Para produsen memang lebih memilih telur bebek untuk dijadikan balot. Pasalnya, cangkang telur bebek dianggap memiliki ketahanan yang jauh lebih bagus ketimbang telur ayam.

”Kalau telur ayam, cangkangnya cukup tipis sehingga akan pecah ketika dibikin balot,” ucapnya. Di dalam balot, selain calon anak bebek, terdapat kuning dan putih telur. Cara memakannya juga tak boleh dibelah layaknya telur asin. Telur tersebut harus dipecah di ujungnya, kemudian dikupas sedikit demi sedikit. Rasanya cukup asin. Balot bisa disantap dengan cuka, garam, atau cabai. Bahkan, banyak warga Filipina yang langsung menyantapnya, tanpa mencampur dengan berbagai bumbu.

”Cairan di dalam telur itulah yang dipercaya memiliki khasiat. Jadi, tidak boleh dibuang cairannya,’ tambahnya. Balot mampu bertahan selama tiga hari. Nah, jika hingga hari kedua balot dirasa tak akan terjual, para pedagang bakal memasaknya menjadi kwek-kwek. Caranya, balot digoreng dengan tepung, lalu dijual kembali. Kwek-kwek lebih awet dan tahan hingga seminggu. Hanya, harga balot lebih tinggi daripada kwek-kwek. Sebiji balot dijual 12–13 peso (sekitar Rp 2.500), sementara kwekkwek hanya 7 peso (sekitar Rp 1.400).

Begitu juga manfaatnya. Khasiat balot dan kwek-kwek berbeda 180 derajat. Balot dipercaya memiliki khasiat yang jauh lebih tinggi. Yang paling utama meningkatkan stamina. Para pembeli adalah orang dewasa yang membutuhkan energi tambahan untuk kekuatan. Di antaranya, pekerja kantoran yang harus lembur, pekerja kasar, hingga pasangan suami istri.

Balot diyakini bisa meningkatkan gairah seksual pasutri. Sementara itu, kwek-kwek tak ubahnya sebagai makanan biasa. Khasiatnya dianggap sudah hilang karena telah digoreng dan bercampur dengan bermacam bumbu. ”Kwek-kwek dibuat daripada balot dibuang begitu saja. Tetapi, sudah tak ada khasiatnya,” jelas Tan Guiterez, penjual lainnya di kawasan tersebut, lalu tertawa. (*)




Hmm... setelah baca artikel diatas, gimana menurut pendapat teman2, secara Islam boleh tidak yah, kita mengkonsumsi balot (telur asin yang sudah hampir menjadi anak bebek didalamnya) ?  Kalau aku pribadi sih, ga akan pernah doyan meski pun ternyata diperbolehkan secara Islam.. Karena membayangkannya aja, sungguh menjijikkan... :sigh:

Share this article :

32 komentar:

  1. pakde pasti tidak mau makana seperti itu, lihat saja sudah neg mau.....

    memang lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya.....tiap daerah punya kekhasan masing-masing, dan belum tentu cocok untuk orang lain

    BalasHapus
  2. Ya Alloh,, kasian bgt si baby ducknya. Walo mgkn ntar dag gede di makan jg, tapi geezzz,,, saat masih janin gitu dimakan. Yieeeckkk >.<

    BalasHapus
  3. Wah kalau saya disuguhi makanan kaya' gitu saya balik kanan saja.

    BalasHapus
  4. malahan kemaren2 saya baca makan yg lauk utamanya pk jabang bayi yg baru umur 3 bulan ihhhhh prah manusia2 bejadd... katanya fungsinya bakal stamina, padahal klo stamina loyo banyakin olehraga dikasur aje ehh di jalanan xoxox

    BalasHapus
  5. sory mbk baru bisa mampir soalnya banyak kebo yg dipelihara xoxo

    BalasHapus
  6. WAH, KALO TUH TELUR BEBEK DIDIEMIN AJA SATU MINGGU, PASTI BAKALAN JADI BEBEK. EN KALO UDAH JADI BEBEK, TERUS BERTELUR BANYAK KAN MALAH JADI BISA BIKIN TELOR ASIN LEBIH BUANYAAAAKKKK LAGI? hayooolhooo....

    BalasHapus
  7. Follow sukses di #226, ditunggu re-follownya di http://bunga911.blogspot.com. Salam persahabatan. Thanks

    BalasHapus
  8. rasanya kya apa yach masa didalamnya dh ada anak bebeknya...
    aslmkum maaf bru mampir,,,,

    BalasHapus
  9. Artikelnya sangat menarik. Ditunggu tulisan berikutnya.
    Salam dari Jogja :)

    BalasHapus
  10. asslamu'alaikum..

    lam kenal .. nubitol lagi balajar blogwalking nihh
    -------------------------------------------------
    dapatkan discount hosting 50% di http://hika-host.com
    Cupon Code = hika-50%

    BalasHapus
  11. @Pakde Sulas, emang bener pak.. tiap daerah punya makanan khas masing2, tp menurutku yg satu ini bener2 menjijikkan..hehehe

    @UBC Online, coba aja sendiri sob... klo aku sih ga akan pernah mau nyobain.. :)

    @Kucing Tengil, ihh.. mia, naluri keibuan yah ? ga teganya krn dia baby duck.. :D

    @M. Mursyid, wah... idem deh pak.. :)

    BalasHapus
  12. TRIMAKASIH BANYAK KRNA SUDAH BERSEDIA MEMBACA TULISANKU YANG PANJANGNYA NA'UDZUBILLAH INI. KALAU UNTUK JADI PENULIS, MUNGKIN MASIH BELUM. SAYA MASIH LEBIH SUKA MENULIS SESUSATU YANG NYATA, BUKANNYA MENULIS CERPEN ATAU SEJENISNYA YANG TERKADANG TAMPAK HANYA "NGOMONG" SAJA, TAPI TIDAK "MENGALAMI". SAYA LUPA APA ISTILAH MANTAPNYA. YANG JELAS, UNTUK KALI INI SEDANG BANYAK TANTANGAN: F-E-D-O-R-A-P-R-O-J-E-C-T BUAT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN. KOMPUTER PUSAT ERROR. WAH, MATI AKU!
    OY, NGOMONG2 JAM SEBELAS JENG LINA MASIH LUM TIDUR???

    BalasHapus
  13. ngeri ngebayangkan makanan itu, bahkan orang philipina kalo ndak salah doyan ama tikus ya ggrhrhhkkk

    BalasHapus
  14. hmm naluri tarzan ane mengatakan..
    sungguh teganya teganya teganya..
    met hari jum at mbak lina :)

    BalasHapus
  15. ada ada aja ya hehe ada banyak pengalaman tentunya ada banyak hal yang baru kita temui kaya telor ini... Penasaran sekaligus jijik hikzz...

    BalasHapus
  16. terdampar ketempat yg tak keurus lagi huff

    BalasHapus
  17. seperti halnya dengan ulat yang terdapat pada tomat misalkan, jika anda jijik maka ulat tersebut menjadi haram. begitu halnya dengan balot jika anda jijik maka balot menjadi haram.

    BalasHapus
  18. apa enak tuhh rasanya mbak ...jiiiek anak bebek umur 17 hari dimakannn...itu mah penyiksan melanggar HAH (Hak Asasi Hewan) :D.

    BalasHapus
  19. nice infonya my friend,visit me too..
    http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com
    http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com

    BalasHapus
  20. makanan atau apapun kalau sudah dibilang 'berkhasiat', biarpun terlihat syerem atau menjijikan, pasti diembat juga! Tul ga? he he he...

    BalasHapus
  21. aduh aku gak tega makannya deh. kalo liat anak bebeknya gitu. mending yg masih bentuk telur beneran deh.

    BalasHapus
  22. dari mukanya sih kayanya ga enak dimakan...namanya juga balot : bakal alot..:D
    langsung ditelan aja yang banyak biar cepet kenyang pasti maknyuz nih..:D
    jo lali mampir balik yo..:D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi NO PORNO, NO SARA dan NO SAMPAH yah..
Gunakan akun atau link anda, agar aku bisa mengunjungi anda kembali..
Terima kasih.. :)

Google+

Last Comment

Recent Comments Widget
 
Support : Maskolis | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. sharingyuk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger